17 Des 2015
20 Mar 2015
Koleksi Tabloid
Pagi tadi menggeledah kamar atas rumah nenek mu nak, hari ini, hari ke tiga kita main ke rumah nenek, dan rasanya ayah ingat kalau ada nyimpan koleksi tabloid olahraga di lemari kamar di atas. Dan benar saat ayah buka laci lemari yang ada di pojok itu ayah menemukan tumpukan tabloid yang masih tersusun rapi, sama seperti beberapa tahun lalu saat ayah simpan.
Koleksi yang halaman depannya gambar pemain Inter Milan yang mendominasi, memang di tahun 2000 an tim- tim dari Italy yang banyak terekspose dan memiliki jam tayang tinggi ti televisi nasional, jarang sekali tim dari Inggris dan Spanyol yang mengisi sampul tabloid kala itu. Tidak seperti sekarang, tim-tim seperti Barcelona, Real Madrid, PSG, Manchester City, Dortmund dan yang lainnya menjadi headline di setiap media baik itu tabloid, surat kabar online maupun televisi.
Ayah jadi ingat perjuangan nabung uang jajan untuk beli tabloid edisi khusus dan yang ada bonus poster pemain Inter Milan wah rasanya menyiksa kalau harus berbagi uang untuk makan dan beli tabloid. Tapi yang namanya fans apapun rela dilakukan, yang penting posternya bisa bergabung sama teman-temannya di dinding kamar.
Sekarang sudah jauh berbeda, penjualan tabloid olahraga kalah maju dari situs olahraga online yang dengan mudah di akses pake handphone. Jadi tinggal download gambar-gambar pemain maupun tim favorit simpan di memory card trus print dan tempel di dinding kamar, hun jauh lebih simpel, tapi menurut ayah nilainya beda lah dari jaman ayah dulu, taste nya lebih berasa. Tapi ya begitulah pasti akan banyak
perubahan dari tahun ke tahun, di jaman mu nanti entah bagaimana lagi cara para fans menyalurkan rasa fanatiknya pada tim sepak bola.
O ya, nak sampai sekarang bonus posternya pun masih awet, tapi ndak ayah tempel di dinding kamar lagi, bunda mu ndak suka, jadi ayah simpan di tempat yang tidak bisa di temukan tikus, yaitu dibawah tempat tidur nenek dan aku mu nak. Nanti kalo kamu udah besar ayah akan liatkan nak, ayah janji :)
Koleksi yang halaman depannya gambar pemain Inter Milan yang mendominasi, memang di tahun 2000 an tim- tim dari Italy yang banyak terekspose dan memiliki jam tayang tinggi ti televisi nasional, jarang sekali tim dari Inggris dan Spanyol yang mengisi sampul tabloid kala itu. Tidak seperti sekarang, tim-tim seperti Barcelona, Real Madrid, PSG, Manchester City, Dortmund dan yang lainnya menjadi headline di setiap media baik itu tabloid, surat kabar online maupun televisi.
Ayah jadi ingat perjuangan nabung uang jajan untuk beli tabloid edisi khusus dan yang ada bonus poster pemain Inter Milan wah rasanya menyiksa kalau harus berbagi uang untuk makan dan beli tabloid. Tapi yang namanya fans apapun rela dilakukan, yang penting posternya bisa bergabung sama teman-temannya di dinding kamar.
Sekarang sudah jauh berbeda, penjualan tabloid olahraga kalah maju dari situs olahraga online yang dengan mudah di akses pake handphone. Jadi tinggal download gambar-gambar pemain maupun tim favorit simpan di memory card trus print dan tempel di dinding kamar, hun jauh lebih simpel, tapi menurut ayah nilainya beda lah dari jaman ayah dulu, taste nya lebih berasa. Tapi ya begitulah pasti akan banyak
perubahan dari tahun ke tahun, di jaman mu nanti entah bagaimana lagi cara para fans menyalurkan rasa fanatiknya pada tim sepak bola.
O ya, nak sampai sekarang bonus posternya pun masih awet, tapi ndak ayah tempel di dinding kamar lagi, bunda mu ndak suka, jadi ayah simpan di tempat yang tidak bisa di temukan tikus, yaitu dibawah tempat tidur nenek dan aku mu nak. Nanti kalo kamu udah besar ayah akan liatkan nak, ayah janji :)
16 Mar 2015
Insting Ayah.
Nak, kamu tau apa yang ayah dapatkan hari ini, setelah sembilan bulan ayah mencari-cari, akhirnya hari ini ketemu, ini berdasar naluri barangkali bisa dikatakan seperti itu.
Pagi tagi sekitar pukul 07 ayah berangkat dari rumah, niat awalnya ayah mau ke balai. Baru beberapa meter menunggalkan rumah, rasanya hati ayah belum tenang kalo belum ketemu sama pihak bank yang kemaren bilang kalo rumah yang akan ayah beli ternyata belum bisa di proses.
Pulang dari bank, ayah kembali menuju balai. Rasanya begitu berat melangkah mau masuk kerja hari ini, lantaran mendengar keputusan pihak bank yang mematahkan semangat ayah. Tapi ayah terus saja menggeber sepeda motor butut yang sudah menemani ayah selama ini, dengan gontai ayah masuk ke kantor yang tampak sepi itu, ya, memang udah sepi, sekarang pukul 12 teng, orang-orang sedang solat barangkali.
Hanya beberapa menit ayah di kantor, kerjaan juga lagi kosong, ayah berfikir, mending balik kerumah biar lelah dan penat ini bisa berkurang melihat tawa mu nak. Tanpa pikir panjang motor butut yang usianya sudah 13 tahun ini ayah geber kembali, padahal si butut baru seampat ngambil nafas karena perjalanan jauh. Tapi ya sudahlah dia setia kok. Setengah jam kemudian ayah sudah tiba di pelabuhan Sungai Batang, dan tidak menunggu lama untuk dapat kapal penyebersngan. Setiba di pemangkat ayah lansung saja tancap gas, ayah fikir kalau pulang awal tidak bawa apa-apa untuk jagoan kecil ayah, rasanya tidak seru, mending ayah cari sesuatu yang bisa ayah berikan pada mu nanti di rumah nak. Dan kamu tau apa yang pertama terlintas di benak ayah?
Jersey Internazionale Milano musim 2014/2015 yang selama ini ayah cari-cari, ternyata ayah temukan hehehe, tempatnya di pasar pemangkat tempat ayah beli jersey timnas inggris bersama bunda tempo hari
Ini dia jerseynya tampak depan.
Ini tampak belakang, ada yang aneh?
Ya, namanya kurang 1 huruf, harusnya icardi tapi ndak apalah.
Pagi tagi sekitar pukul 07 ayah berangkat dari rumah, niat awalnya ayah mau ke balai. Baru beberapa meter menunggalkan rumah, rasanya hati ayah belum tenang kalo belum ketemu sama pihak bank yang kemaren bilang kalo rumah yang akan ayah beli ternyata belum bisa di proses.
Pulang dari bank, ayah kembali menuju balai. Rasanya begitu berat melangkah mau masuk kerja hari ini, lantaran mendengar keputusan pihak bank yang mematahkan semangat ayah. Tapi ayah terus saja menggeber sepeda motor butut yang sudah menemani ayah selama ini, dengan gontai ayah masuk ke kantor yang tampak sepi itu, ya, memang udah sepi, sekarang pukul 12 teng, orang-orang sedang solat barangkali.
Hanya beberapa menit ayah di kantor, kerjaan juga lagi kosong, ayah berfikir, mending balik kerumah biar lelah dan penat ini bisa berkurang melihat tawa mu nak. Tanpa pikir panjang motor butut yang usianya sudah 13 tahun ini ayah geber kembali, padahal si butut baru seampat ngambil nafas karena perjalanan jauh. Tapi ya sudahlah dia setia kok. Setengah jam kemudian ayah sudah tiba di pelabuhan Sungai Batang, dan tidak menunggu lama untuk dapat kapal penyebersngan. Setiba di pemangkat ayah lansung saja tancap gas, ayah fikir kalau pulang awal tidak bawa apa-apa untuk jagoan kecil ayah, rasanya tidak seru, mending ayah cari sesuatu yang bisa ayah berikan pada mu nanti di rumah nak. Dan kamu tau apa yang pertama terlintas di benak ayah?
Jersey Internazionale Milano musim 2014/2015 yang selama ini ayah cari-cari, ternyata ayah temukan hehehe, tempatnya di pasar pemangkat tempat ayah beli jersey timnas inggris bersama bunda tempo hari
Ini dia jerseynya tampak depan.
Ini tampak belakang, ada yang aneh?
Ya, namanya kurang 1 huruf, harusnya icardi tapi ndak apalah.
13 Mar 2015
Restart...
Semua ini akan dimulai kembali hari ini, ya, hari ini. Kenapa? Alasan yang pertama, sekarang udah bisa ngeblog pake android, ya lebih praktislah ketimbang harus jinjing laptop atau pake PC di kantor.
Yang kedua, baru tau kalau udah bisa ngetik di android, maklum sebelumnya pake HP butut, jangankan ngeblog, sms aja sering pending he he he,
dan yang ketiga, ingin herbagi cerita tentang aktifitas sehari2, jadi bisa buat dibaca anak-anak ntar kalo udah sekolah, dan kalau disekolahnya ada pelajaran komputer, soalnya sekarang udah banyak tuh pelajaran yang modern.
Dengan bismillah blog ini saya nyatakan kembali beroperasi, tok tok tok.
Yang kedua, baru tau kalau udah bisa ngetik di android, maklum sebelumnya pake HP butut, jangankan ngeblog, sms aja sering pending he he he,
dan yang ketiga, ingin herbagi cerita tentang aktifitas sehari2, jadi bisa buat dibaca anak-anak ntar kalo udah sekolah, dan kalau disekolahnya ada pelajaran komputer, soalnya sekarang udah banyak tuh pelajaran yang modern.
Dengan bismillah blog ini saya nyatakan kembali beroperasi, tok tok tok.
30 Jan 2013
Susahnya Nonton Bola
Buka jejaring sosial, tutup lagi, buka lagi, kemudian ditutup lagi, sampai akhirnya menit ke 30 barulah layar TV bergambar. Sungguh menyedihkan, hanya untuk nonton bola saja aku harus bolak balik buka ipad.
Kondisi inilah yang dialami semua pecinta sepak bola di tanah air, terutama yang berada di daerah. Beli parabola hanya menampilkan warna hitam pekat di permukaan layar, jadi ingat cerita bapak, waktu jaman dulu saat belum ada TV di rumah-rumah, orang-orang nonton layar tancap, sekarang udah modern TV udah sistem HD eh malah ndak bisa nonton bola, menyedihkan.
Ternyata bukan hanya persepakbolaan tanah air yang menyedihkan, akan tetapi persuporteran juga sama saja, apalah gunanya bagi stasion televisi mengambil hak siar kalau masyarakat seperti kami ini tidak bisa nonton, apa bermanfaat?
Sampai kapan suporter seperti kami ini bisa duduk manis di depan TV dengan segelas kopi dan sebungkus kacang dan menyaksikan layar hitam pekat? Sungguh ironis Memang, mau nonton bola saja harus nunggu ada kata sandi, dan lebih menyebalkan lagi setelah babak pertama usai.
Sepertinya kita para suporter Memang akan kekal nonton liga yang belum jelas keberadaanya dan kepengurusanya di salah satu stasion TV swasta tiap pukul 15.00, karna sekarang jaman yang belum jelas.
20 Okt 2011
Terima Kasih Malaysia!
Akhir-akhir ini isu hangat tentang Camar Bulan merebak keseluruh media di tanah air, sontak daerah yang tergolong tertinggal dan terisolir itu menjadi berita hangat di setiap media massa. Saya yang lahir dan besar dari Kecamatan yang sama dengan Camar Bulan yaitu Kecamatan Paloh juga ikut bahagia sekaligus prihatin atas kejadian ini, mengapa demikian?
Kurang lebih 24 tahun saya hidup dan besar di tanah "Kebanaran" (sebutan untuk Kecamatan Paloh) selama itu pula saya ikut merasakan keadaan masyarakat disini, faktanya, hanya sedikit kemajuan yang di dapat, akses jalan Kecamatan yang berbatasan lansung dengan Negara tetangga ini sangatlah memprihatinkan, baru 1 tahun belakangan ini diperhatikan pemerintah pusat dan daerah.
Saya pernah berkunjung ke Teluk Melano, yaitu daerah malaysia yang berbatasan dengan Desa Temajuk, disana telah dibangun sekolah Dasar yang bertaraf internasional, memiliki lahan yang luas, fasilitas penunjang lengkap, sedangkan di Desa Temajok, menurut anggota komite SMA disana, meja belajar pun belum ada, dari sini saja jelas perbedaan antara pemerintah kita dan Malaysia, mereka lebih tanggap terhadap keadaaan warga perbatasan, sedangakan kita masih saja warga perbatasan menjadi masyarakan yang selalu tertinggal, dari segi apapun.
Kenapa saya bahagia mendengar berita ini, alasan saya sederhana, dengan adanya berita seperti ini pemerintah pusat bisa mengetahui keadaan masyarakat perbatasan khususnya Kecamatan Paloh bahwa daerah ini masih jauh dari kemajuan, itu yang pertama. yang kedua, dengan adanya masalah ini tentunya pemerintah yang selama ini “tertidur” bisa segera terbangun dan mulai berbenah untuk menjaga dan memeperhatikan masyarakat perbatasan, kalau pemerintah tidak “dibangunkan” Malaysia mungkin sampai anak cucu saya pun Paloh akan tetap seperti ini, tertinggal.
Kita seharusnya berterima kasih kepada Malaysia yang sudah “membangunkan” Pemerintah kita untuk segera bangun dari tidur panjangnya untuk memperhatikan rakyat Perbatasan, karena selama ini kita tahu bahwa pembangunan hanya untuk orang kota yang berpendidikan serta orang-orang ber dompet tebal dan kursi empuk saja yang diperhatikan.
Camar Bulan Tanah Kita!
Camar Bulan Indonesia!
Kurang lebih 24 tahun saya hidup dan besar di tanah "Kebanaran" (sebutan untuk Kecamatan Paloh) selama itu pula saya ikut merasakan keadaan masyarakat disini, faktanya, hanya sedikit kemajuan yang di dapat, akses jalan Kecamatan yang berbatasan lansung dengan Negara tetangga ini sangatlah memprihatinkan, baru 1 tahun belakangan ini diperhatikan pemerintah pusat dan daerah.
Saya pernah berkunjung ke Teluk Melano, yaitu daerah malaysia yang berbatasan dengan Desa Temajuk, disana telah dibangun sekolah Dasar yang bertaraf internasional, memiliki lahan yang luas, fasilitas penunjang lengkap, sedangkan di Desa Temajok, menurut anggota komite SMA disana, meja belajar pun belum ada, dari sini saja jelas perbedaan antara pemerintah kita dan Malaysia, mereka lebih tanggap terhadap keadaaan warga perbatasan, sedangakan kita masih saja warga perbatasan menjadi masyarakan yang selalu tertinggal, dari segi apapun.
Kenapa saya bahagia mendengar berita ini, alasan saya sederhana, dengan adanya berita seperti ini pemerintah pusat bisa mengetahui keadaan masyarakat perbatasan khususnya Kecamatan Paloh bahwa daerah ini masih jauh dari kemajuan, itu yang pertama. yang kedua, dengan adanya masalah ini tentunya pemerintah yang selama ini “tertidur” bisa segera terbangun dan mulai berbenah untuk menjaga dan memeperhatikan masyarakat perbatasan, kalau pemerintah tidak “dibangunkan” Malaysia mungkin sampai anak cucu saya pun Paloh akan tetap seperti ini, tertinggal.
Kita seharusnya berterima kasih kepada Malaysia yang sudah “membangunkan” Pemerintah kita untuk segera bangun dari tidur panjangnya untuk memperhatikan rakyat Perbatasan, karena selama ini kita tahu bahwa pembangunan hanya untuk orang kota yang berpendidikan serta orang-orang ber dompet tebal dan kursi empuk saja yang diperhatikan.
Camar Bulan Tanah Kita!
Camar Bulan Indonesia!
15 Agu 2011
Dering polyponik iring Sholat
Suara adzan berkumandang menandakan telah masuk waktu isa untuk wilayah matang danau dan sekitarnya, dengan lantang suara muadzin terdengar diantara deru angin yang tlah berhembus kencang sejak sore tadi. Percikan air wudhu membasahi sedikit demi sedikit tubuhku, begitu juga para jamaah yang lain. Suara petasan dari anak-anak tak ingin kalah dari suara muadzin, sahut menyahut dari halaman mushola kecil ini, al mukhsinin namanya.
Terlihat dari kejauhan beberapa orang tergopoh-gopoh mempercepat langkah untuk segera sampai di surau yang baru dibangun beberapa tahun ini, surau kecil mungil beratap biru, begitu kokoh dipandang. Gelaran sajadah terhampar rapi membentuk delapan saf kebelakang, masih terlihat banyak yang kosong dari setiap saf, Dusun kecil ini memang tak dapat membuat Surau penuh ketika Sholat Isa dan Tarawih sepanjang Bulan Ramadhan, kecuali pada saat Sholat Idul Fitri dan Idul Adha, Surau ini akan dibuat sesak oleh para jamaah. Ini dikarenakan pada saat Ramadhan tiba banyak anak muda yang masih belum pulang kampung, kebanyakan anak muda di kampung ku kerja di hutan mengambil balok kayu untuk perusahaan kadang sampai empat bulan. Banyak juga yang menjadi TKI di Malaysia kadang empat tahun baru kembali ke kampung.
Malam ini ada kejadian lucu ketika Sholat Tarawih dimulai, awalnya Sholat Isa dimulai seperti biasa, tepat pukul tujuh malam waktu Matang Danau, pada saat Sholat Tarawih memasuki rakaat ke empat tiba-tiba dari arah mimbar terdengar keras suara telepon genggam berbunyi. Seketika suara gemuruh pun terdengar dari setiap saf depan sampai belakang, seperti pada umumnya saf paling belakang untuk laki-laki adalah anak kecil nah di saf inilah suara tawa paling keras, sekumpulan anak-anak ini sampai “ngakak” mendengar dering Hp yang semakin lama semakin nyaring ini. Hp nokia polyponik yang disimpan di atas mimbar rupanya lupa di silen oleh sang pemilik, entah siapa yang punya, tak ada yang tahu.
Bunyi nyaring yang sangat mempengaruhi kekhusukan Sholat kami pada malam ini. Belum pernah sekalipun aku menemukan hal seperti ini, hal lucu sekaligus langka untuk di jumpai dimanapun. Biasanaya kalau aku Sholat di Masjid-masjid besar di Pontianak, imam selalu mengingatkan untuk menonaktifkan handpone sebelum memulai Sholat. Sepertinya hal itu juga harusnya deterapkan di Desaku mulai sekarang, agar tidak ada lagi makmum yang tertawa terbahak-bahak mendengar alunan nada dering polyponik saat sholat.
Langganan:
Postingan (Atom)


