15 Agu 2011

Dering polyponik iring Sholat

Suara adzan berkumandang menandakan telah masuk waktu isa untuk wilayah matang danau dan sekitarnya, dengan lantang suara muadzin terdengar diantara deru angin yang tlah berhembus kencang sejak sore tadi. Percikan air wudhu membasahi sedikit demi sedikit tubuhku, begitu juga para jamaah yang lain. Suara petasan dari anak-anak tak ingin kalah dari suara muadzin, sahut menyahut dari halaman mushola kecil ini, al mukhsinin namanya.

Terlihat dari kejauhan beberapa orang tergopoh-gopoh mempercepat langkah untuk segera sampai di surau yang baru dibangun beberapa tahun ini, surau kecil mungil beratap biru, begitu kokoh dipandang. Gelaran sajadah terhampar rapi membentuk delapan saf kebelakang, masih terlihat banyak yang kosong dari setiap saf, Dusun kecil ini memang tak dapat membuat Surau penuh ketika Sholat Isa dan Tarawih sepanjang Bulan Ramadhan, kecuali pada saat Sholat Idul Fitri dan Idul Adha, Surau ini akan dibuat sesak oleh para jamaah. Ini dikarenakan pada saat Ramadhan tiba banyak anak muda yang masih belum pulang kampung, kebanyakan anak muda di kampung ku kerja di hutan mengambil balok kayu untuk perusahaan kadang sampai empat bulan. Banyak juga yang menjadi TKI di Malaysia kadang empat tahun baru kembali ke kampung.

Malam ini ada kejadian lucu ketika Sholat Tarawih dimulai, awalnya Sholat Isa dimulai seperti biasa, tepat pukul tujuh malam waktu Matang Danau, pada saat Sholat Tarawih memasuki rakaat ke empat tiba-tiba dari arah mimbar terdengar keras suara telepon genggam berbunyi. Seketika suara gemuruh pun terdengar dari setiap saf depan sampai belakang, seperti pada umumnya saf paling belakang untuk laki-laki adalah anak kecil nah di saf inilah suara tawa paling keras, sekumpulan anak-anak ini sampai “ngakak” mendengar dering Hp yang semakin lama semakin nyaring ini. Hp nokia polyponik yang disimpan di atas mimbar rupanya lupa di silen oleh sang pemilik, entah siapa yang punya, tak ada yang tahu.

Bunyi nyaring yang sangat mempengaruhi kekhusukan Sholat kami pada malam ini. Belum pernah sekalipun aku menemukan hal seperti ini, hal lucu sekaligus langka untuk di jumpai dimanapun. Biasanaya kalau aku Sholat di Masjid-masjid besar di Pontianak, imam selalu mengingatkan untuk menonaktifkan handpone sebelum memulai Sholat. Sepertinya hal itu juga harusnya deterapkan di Desaku mulai sekarang, agar tidak ada lagi makmum yang tertawa terbahak-bahak mendengar alunan nada dering polyponik saat sholat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar